Recent Blog post

Archive for January 2022

Lompat ke kontenLompat ke sidebarLompat ke footer

POLA INTERAKSI MANUSIA YANG MEMENGARUHI EKOSISTEM


 



Pola Interaksi Manusia yang Mempengaruhi Ekosistem

Keanekaragaman jenis hewan & tumbuhan, ternyata terdapat berbagai variasi pada hewan & tumbuhan yang terdiri dari berbagai jenis anggotanya.

1.  Penyebab munculnya makhluk hidup

Pada zaman saat ini, kondisi alam beserta flora & fauna sangat penting, mereka terancam serta keberadaannya, sebab lingkungan yang sudah mulai berubah.

Faktor-faktor Penyebab Perubahan Lingkungan
 a. Faktor Alam
Faktor yang dapat menimbulkan kerusakan antara lain gunung meletus, gempa bumi, angin topan, kemarau panjang, banjir, dan kebakaran hutan.

Sebuah bencana alam merupakan salah satu penyebab terjadinya kepunahan sebuah flora & fauna & juga dapat merusak lingkungan. Misalnya; gunung yang melutus, kemudian mengeluarkan lahar yang dapat menyebabkan punahnya makhluk hidup yang bertempat tinggal/makhluk hidup yang beradaptasi di lingkungan sekitar gunung. Selain itu juga bisa karena flora & fauna yang hidup di lingkungan gunung, tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan yang sudah berubah yang menyebabkan meletusnya gunung.

 

B. Faktor Manusia
Kegiatan manusia yang menyebabkan perubahan lingkungan misalnya, limbah limbah (limbah rumah, industri, pertanian, dan sebagainya) secara bersamaan, dan sebagainya.

Ada berbagai macam cara yang dilakukan manusia, sebenarnya manusia tidak berpikir kedepannya, yang manusia pikir hanya keuntungan pribadi tanpa kesadaran yang akan di terima, & manusia tidak menyadari bahwa perbuatannya itu untuk merusak suatu lingkungan yang ditempati flora & fauna yang ada di Indonesia.

1. Penebangan hutan secara pembohong, dan perburuan hewan secara terus menerus hanya akan bermanfaat bagi manusia, hal ini disebabkan karena pemanfaatan tumbuhan & hewan secara berlebihan dalam waktu singkat dapat menyebabkan jenis-jenis itu tidak akan mampu berkembang untuk lahirkan mati . Hal itu disebabkan jumlahnya dari tahun ke tahun akan semakin berkurang, & pada akhirnya akan punah.

2. Penangkapan udang & ikan secara liar dengan menggunakan bahan peledak, bahan kimia, maupun listrik, & pukat harimau. Perbuatan manusia ini sangat tidak bijaksana, sebenarnya kita harus memanfaatkan alam & makhluk hidup lainnya untuk kebutuhan saja & tidak berlebihan dalam mengambilnya. Cara-cara yang dilakukan di atas sangat merugikan manusia itu sendiri, karena hewan dewasa, kecil, & telurnya pun akan ikut mati

3. Perburuan & penangkapan jenis hewan tertentu secara terus-menerus akan mengakibatkan kepunahan. Oleh karena itu pemerintah melindungi beberapa hewan yang dibuat di alam semakin berkurang, & undang-undang untuk hewan yang hampir punah.

 4. Uji coba senjata nuklir dapat mengakibatkan perubahan iklim golbal

 

5.  Pembakaran yang tidak sempurna dari kendaraan bermotor dan mesin-mesin industri atau kegiatan rumah tangga dapat menyebabkan terjadinya efek kaca yang menghasilkan pada pengembangan rumah di kutub dan meningkatkan volume udara laut hingga dapat menenggelamkan suatu daratan.

6.  Pembuangan limbah padat dan cair ke tanah dapat merusak tanah yang berakibat rusaknya ekosistem tanah dan kehancuran tanah


7. Penggunaan pestisida dapat berlebihan dapat memengaruhi ekosistem sawah, tanah, dan udara yang berdampak pada sebagian atau keseluruhan keseluruhan, memastikan tanah, dan pencemaran pada air.


2.  Usaha pelestarian keanekaragaman makhluk hidup

Hal ini sangat penting dilakukan oleh setiap manusia, agar keanekaragaman makhluk hidup dapat terus berlanjut & memberi manfaat bagi manusia yang membutuhkannya.

Berikut ini beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh manusia untuk mencegah terjadinya kepunahan kepada makhluk hidup;

1. Sistem tebang pilih, dengan memilih tanaman yang benar-benar sudah waktunya untuk di tebang, hal ini tidak akan mempengaruhi ekosistem

 

2. . Penangkapan musiman dilakukan pada saat populasi hewan paling banyak & tidak pada saat kondisi yang dapat mengakibatkan kepunahan


3. Peremajaan tanaman, hal ini wajib dilakukan untuk mempertahankan & meningkatkan hasil dengan mempersiapkan tanaman pengganti

4. Membudidayakan hewan yang sudah langka keberadaannya dengan membuat penangkaran & kultur jaringan

5.Pembuatan & perbaikan pengaturan spesimen tumbuhan & hewan guna mempermudah sistem informasi.

  Sumber :https://www.guruspensaka.com/2021/02/materi-ipa-pola-interaksi-manusia-yang.html?m=1

 









 


 






 


Posting Komentar untuk "MATERI IPA POLA INTERAKSI MANUSIA YANG MEMPENGARUHI EKOSISTEM"

Interaksi makhluk hidup dengan lingkungan

Friday, January 28, 2022
0

 

Interaksi dalam Ekosistem Membentuk Pola

Jika Anda mengamati bagian kecil ekosistem seperti pada kegiatan sebelumnya, atau seluruh ekosistem yang luas seperti lautan, kamu dapat mengetahui keterkaitan antara organisme yang terdapat dalam ekosistem tersebut. Setiap organisme tidak dapat hidup sendiri dan selalu bergantung pada organisme yang lain dan lingkungannya. Saling karena ini akan membentuk suatu pola interaksi. Terjadi interaksi antara  komponen  biotik dengan komponen abiotik, dan terjadi interaksi antarsesama  komponen  biotik.

1. Interaksi Antara Makhluk Hidup dengan Makhluk yang Lain
Interaksi antara makhluk hidup dengan makhluk hidup dapat terjadi melalui rangkaian peristiwa makan dan dimakan. Seperti rantai makanan, jaringjaring makanan, dan piramida makanan. Selain itu, melalui bentuk hidup bersama, yaitu simbiosis. Perhatikan Gambar 2.4 dan 2.5.
Interaksi dalam Ekosistem Membentuk Pola
2. Macam Macam Simbiosis
Simbiosis merupakan bentuk hidup bersama antara dua individu yang berbeda jenis. Ada tiga (3) macam simbiosis, yaitu simbiosis mutualisme, simbiosis komensalisme, dan simbiosis parasitisme. Simbiosis mutualisme merupakan suatu hubungan dua jenis individu yang saling memberikan keuntungan satu sama lain. Simbiosis komensalisme adalah hubungan interaksi dua jenis individu yang memberikan keuntungan kepada satu pihak, tetapi pihak lain tidak mendapatkan kerugian. Simbiosis parasitisme merupakan hubungan dua jenis individu yang memberikan keuntungan bagi satu pihak dan kerugian pada pihak lain. Perhatikan Gambar 2.6. 
Interaksi dalam Ekosistem Membentuk Pola
Contoh simbiosis mutualisme adalah antara jamur dan akar pohon pinus. Jamur mendapatkan makanan dari pohon pinus, sedangkan pohon pinus mendapatkan garam mineral dan udara lebih banyak jika bersimbiosis dengan jamur.
Contoh simbiosis komensalisme adalah antara tanaman anggrek dengan pohon mangga. tanaman anggrek mendapatkan keuntungan berupa tempat hidup, sedangkan pohon mangga tidak mendapatkan 

Sumber:https://pintubelajarcerdas.blogspot.com/2017/12/interaksi-dalam-ekosistem-membentuk.html?m=1

  keuntungan maupun kerugian dari keberadaan tanaman anggrek tersebut. 

INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN

- Copyright © Natasya Putri - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -