Recent Blog post

Archive for April 2022

                                                             SISTEM TATA SURYA 

1. Sistem Tata Surya

Tata surya adalah susunan benda-benda lagit yang terdiri atas matahari sebagai pusat tata surya, planet-planet, komet, meteoroid, dan asteroid yang mengelilingi matahari. Planet yang dekat dengan matahari bergerak lebih cepat daripada planet yang jauh dari Matahari. 

Bidang edar planet-planet dalam mengelilingi matahari disebut bidang edar dan bidang edar bumi dalam mengelilingi matahari disebut bidang ekliptika. Susunan Tata Surya terdiri atas Matahari, Planet Dalam, Planet Luar, Komet, Meteorid, dan Asteroid. 

Susunan Tata Surya :

Matahari adalah bintang yang berupa bola gas panas dan bercahaya yang menjadi pusat sistem tata surya. Matahari memiliki empat lapisan yaitu inti matahari, fotosfer, kromosfer

Inti Matahari : memiliki suhu 1,5 x 107°C yang cukup untuk mempertahankan fusi termonuklir dan berfungsi sebagai sumber energi matahari. Energi dari inti diradiasikan ke lapisan luar matahari kemudian sampai ke ruang angkasa.

Fotosfer : memiliki suhu 6.000 Kelvin, ketebalan 300 km. Energi matahari radiasikan ke luar dan terdeteksi sebagai sinar matahari di bumi. Di dalam fotosfer terdapat bintik matahari yaitu daerah dengan medan magnet yang kuat, dingin dan lebih gelap dari wilayah sekitarnya. 

Kromosfer : memiliki suhu 4.500 Kelvin, ketebalan 2.000 km. Kromosfer terlihat seperti gelang merah yang mengeliling bulan pada ketika terjadi gerhana matahari total. 

Korona : lapisan terluar matahari dengan suhu 1.000.000 Kelvin, ketebalan 700.000 km, berwarna keabu – abuan yang dihasilkan dari ionisasi atom karena suhu sangat tinggi, terlihat seperti mahkota dengan warna keabu – abuan yang mengelilingi bulan ketika terjadi gerhana matahari total. 

Bagian – bagian matahari :

Planet adalah benda langit yang tidak dapat memancarkan cahaya sendiri namun bisa memantulkan cahaya dari bintang yang diterimanya. Planet dalam (planet terestrial) adalah planet yang orbitnya dekat dengan Matahari. 

Planet dalam berukuran kecil, memiliki sedikit satelit, berbatu, terestrial, terdiri atas mineral tahan api seperti silikat yang membentuk kerak dan mantelnya, logam seperti besi dan nikel yang membentuk intinya. Planet dalam terdiri atas Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. 

Berikut gambar planet dalam :

gambar planet
  1. : Merkurius
  2. : Venus
  3. : Bumi
  4. : Mars

Planet luar (planet Jovian) adalah planet yang orbitnya jauh dari matahari, berukuran besar, memiliki banyak satelit, tersusun dari bahan ringan seperti hidrogen, helium, metana, dan amonia. Planet-planet dalam dan luar dipisahkan oleh sabuk asteroid. 

Planet luar terdiri atas Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto. Berikut gambar planet luar : 

Komet berasal dari Bahasa Yunani yaitu Kometes artinya berambut panjang. Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan orbit sangat lonjong. Komet ini terdiri atas debu, partikel batu yang bercampur dengan es, metana, dan amonia. Berikut gambar komet : 

Bagian – bagian komet ada 3 yaitu :

1). Inti komet : bagian komet yang kecil, padat, tersusun dari debu dan gas 

2). Koma : daerah kabut disekitar inti 

3). Ekor komet : bagian komet yang panjang, arah ekor komet selalu menjauhi matahari karena dorongan dari angin dan radiasi matahari 

Meteoroid adalah potongan batu atau puing – puing logam yang bergerak di luar angkasa. Meteoroid mengelilingi matahari dengan orbit tertentu dan kecepatan tertentu. Meteoroid tercepat bergerak sekitar 42 km/detik.  Ketika Meteoroid tertarik oleh gravitasi bumi, maka sebelum sampai dibumi, meteorid akan bergesekan dengan atmosfer bumi. 

Gesekan tersebut akan menghasilkan panas dan membakar meteoroid tersebut. Meteor adalah meteoroid yang habis terbakar oleh atmosfer bumi. Meteorit adalah meteoroid yang jatuh ke bumi. 

Asteroid adalah potongan-potongan batu yang mirip dengan materi penyusun planet. Sebagian besar asteroid terletak di daerah antara orbit Mars dan Jupiter yang disebut sabuk Asteroid. Berikut sabuk asteroid : 


sumber ;https://wirahadie.com/sistem-tata-surya/amp/






SISTEM TATA SURYA

Sunday, April 24, 2022
0

                                                     HIDROSFER

Pengertian Hidrosfer – Hidrosfer adalah lapisan air yang ada di permukaan bumi. Kata hidrosfer berasal dari kata bahasa Inggris hydrosphere; hydro berarti air dan sphere berarti bulatan atau lingkup. Jadi, hidrosfer merupakan lapisan air yang menyelimuti bumi Hidrosfer di permukaan bumi meliputi danau, sungai, laut, lautan, salju atau gletser, air tanah dan uap air yang terdapat di lapisan udara. Simak elbih lengkapnya penjelasan mengenai Hidrosfer berikut ini :

Pengertian Hidrosfer: Macam, Unsur dan Siklusnya 1


Pengertian Hidrosfer

Hidrosfer adalah suatu lapisan air yang menyelimuti kerak bumi disebabkan karena hal demikian berbentuk cair, hidrosfer berasal dari kata hidro yang yang artinya air serta shaire yang yang artinya adalah lapisan. Permukaan bumi yang ditutupi oleh air, Lapisan yang menutupi permukaan bumi ini disebut hidrosfer. Dengan demikian bisa atau dapat dikatakan pula bahwa hidrosfer ini lapisan air sumber kehidupan utama bagi manusia. Hidrosfer merupakan sebutan bagi air yang ada dipermukaan Bumi baik yang berupa lautan atau samudra maupun air yang ada di daratan. Hidrosfer ini mempunyai beberapa cabang dari ilmuwan adalah sebagai berikut : 

  • Potamologi, ini adalah ilmu yang mempelajari air yang mengalir pada permukaan bumi serta sungai Limnologi, ini adalah ilmu yang mempelajari mengenai air yang menggenang di permukaan bumi serta danau. 
  • Geohidrologi, ini adalah ilmu yang mempelajari mengenai air yang terdapat di bawah bumi dan tanah. Kriologi, merupakan ilmu yang mempelajari mengenai salju serta es. Hidrometeorologi, ini adalah ilmu yang mempelajari mengenai faktor-faktor meteorologi.

Pelajari lebih dalam mengenai struktur lapisan bumi termasuk hidrosfer yang ada melalui buku Ensiklopedia Pintar: Bumi Kita yang juga menjelaskan berbagai informasi lainnya yang penting untuk Grameds ketahui mengenai bumi kita.



Macam-macam Permukaan Air dalam Hidrosfer

Adapun macam- macam permukaan air yang termasuk ke dalam hidrosfer diantaranya:

1. Perairan Sungai

Perairan sungai ini adalah air tawar yang selalu mengalir pada titik yang sumbernya menuju pada muara di laut sehingga air sungai lebih besar yang bersumber dari limpasan dari mata air tanah. Pada umumnya air sungai ini bisa atau dapat mencapai lebih banyak terdapat disebabkan karena hal ini disebut creek serta wadi, Pada saat hujan disebabkan karena banyak meresap ke dalam tanah dari permukaan air laut kembali ke atmosfer.

2. Perairan Laut

Perairan air laut ini adalah air asin yang bersumber dari permukaan bumi yang berada di perairan yang asin hal ini melingkupi semua air yang berada pada laut. Merupakan wilayah permukaan bumi yang tertutup oleh adanya air asin. Mempunyai beberapa peranan sebagai penyedia air di dunia dan juga sekaligus unsur utama di dalam proses siklus hidrologi. Contoh ialah seperti : pesisir dan pantai.

a. Pesisir

Pesisir merupakan permukaan bumi yang terletak antara pasang naik serta pasang surut.dan juga merupakan bagian dari daerah yang menjadi batas wilayah antara wilayah laut itu dengan daratan. Pesisir ini bisa atau dapat diklasifikasikan yakni sebagai berikut:

  • Pesisir daratan (coastal plain) yaitu wilayah pesisir yang mengalami proses pengangkatan yang semula di bawah laut.
  • Pesisir dataran alluvial (coastal alluvial plain), yaitu pesisir yang terbentuk oleh pengendapan alluvium yang berasal dari daratan yang dicirikan dengan bentuk lereng yang landai
  • Pesisir pulau penghalang (barier island coastal), yaitu pesisir dengan perairan dangkal lepas pantai yang luas dan terpisah dari lautan oleh pulau penghalang.

b. Pantai

Pantai Ini merupakan perbatasan daratan dengan laut yang seolah membentuk suatu garis pantai, ini terdiri dari pasir serta terdapat di wilayah pesisir laut.

Beberapa jenis pantai yang dapat ditemui :

  • Pantai landai, pantai yang bentuknya itu hampir rata dengan adanya permukaan laut. Pantai curam, pantai yang bentuknya itu curam disebabkan karena adanya pegunungan dengan lereng curam yang membentang sepanjang pantai menghadap serta berbatasan ke laut.
  • Pantai karang, pantai yang terbentuk oleh akibat adanya erosi yang disebabkan oleh adanya arus laut
  • Pantai bakau, pantai yang ditutupi oleh hutan bakau, banyak terdapat pada daerah tropis serta banyak lumpur, dan juga sering tergenang air terutama pada saat pasang naik.


3. Perairan Darat

Hidrosfer Perairan Darat ini adalah air tawar yang bersumber dari tanah yang dangkal dari permukaan bumi dan juga berbagai air yang terdapat di sungai atau danau. Merupakan seluruh tubuh perairan yang terjadi serta berada di daratan. Jenis-jenis perairan darat diantaranya :

a. Sungai

Sungai yang Terbentuk dari air hujan yang jatuh ke permukaan tanah adalah sebagian besar membentuk aliran permukaan. Aliran permukaan ini mengalir ke tempat yang lebih rendah ini menuju ke parit, selokan, serta anak sungai. Sungai mengalir dengan kemiringan yang berbeda-beda. Di daerah hulu, sungai ini lebih curam, sedangkan untuk di daerah hilir sungai datar serta lebih berkelok-kelok.

Danau Cekungan luas pada permukaan bumi yang terisi oleh air serta terbentuk akibat adanya proses tektonik atau juga vulkanik. Air danau ini dapat berasal dari air sungai, air tanah, air hujan atau juga mata air yang bermuara di cekungan tersebut.

Dengan berdasarkan proses terjadinya, danau ini terbagi menjadi dua yaitu danau alami serta danau buatan. Air Tanah ini adalah air yang berada di wilayah jenuh di bawah permukaan tanah. Sebesar 97% air tawar terdiri dari air tanah. Air tanah ini bisa atau dapat ditemukan di bawah gurun yang sangat kering atau juga di bawah tanah yang tertutup oleh lapisan salju.

Rawa merupakan tanah basah yang sering digenangi air disebabkan karena letaknya yang relatif rendah. Rawa ini biasanya ditumbuhi oleh tumbuh-tumbuhan yang batangnya lunak atau juga rumput-rumputan. Terdapat dua jenis rawa, yakni rawa di daerah pedalaman yang berisikan air tawar serta rawa yang disebabkan oleh pasang naik dan juga pasang turun yang berisi air asin

SUMBER; https://www.gramedia.com/literasi/hidrosfer/


LAPISAN BUMI [ HIDOSFER]

                                     GEMPA BUMI DAN GUNUNG BERAPI

Bumi merupakan planet yang dinamis dengan bagian inti panas. Panas inti bumi akan berpindah secara konveksi, mengakibatkan pergerakan lempeng. Ketika lempeng bergerak, maka terjadi interaksi antarlempeng. Interaksi anterlempeng membentuk palung laut, pegunungan, dan gunung berapi. Ketika lempeng bergerak, maka energi dilepaskan berupa gelombang seismik yang disebut gempa. 


    Ringkasan Materi IPA 7 Semester Genap, Lapisan Bumi #Part 2 

    1. Gempa Bumi 

    Gempa bumi adalah getaran yang merambat melalui material bumi ketika lempeng bumi bergerak atau patah. Ketika lempeng patah menjadi 2, maka masing-masing bagian bergerak menjauh. Daerah lempeng yang patah dinamakan  (patahan/sesar). Sesar dibedakan menjadi beberapa jenis, bergantung pada sebuah gaya bekerja pada lempeng. 

    Berikut jenis – jenis sesar : 


    Ketika lempeng ditarik berlawanan oleh gaya, maka akan terbentuk sesar normal. Pada sesar normal, struktur batuan lempeng yang ada di atas sesar bergeser turun dibandingkan struktur batuan lempeng yang ada di bawah sesar. 

    Sebuah gaya mendorong lempeng saling mendekat akan menekan lempeng dari arah berlawanan. Gaya ini menyebabkan struktur batuan lempeng di atas sesar bergerak naik. Fenomena ini disebut sesar terbalik (reverse fault).

    Gaya geser bekerja pada lempeng membentuk sesar geser (Strike-slip fault), mengakibatkan lempeng di kedua sisi bergerak berlawanan pada permukaan bumi. 

    Gempa bumi juga melepaskan gelombang (getaran yang merambat). Gelombang merambat sepanjang permukaan bumi dan disebut gelombang seismik. Pergerakan lempeng di sepanjang sesar melepaskan energi. Energi ini merupakan energi potensial saat lempeng terkena gaya. Kemudian, energi potensial merambat dalam bentuk gelombang seismik. 

    Titik pada kedalaman bumi yang menjadi pusat gempa disebut hiposentrum. Permukaan bumi yang berada di atas hiposentrum disebut episentrum. Saat terjadi pergerakan lempeng, gelombang seismik  muncul di hiposentrum. Kemudian gelombang merambat dari hiposentrum ke segala arah. Gelombang seismik merambat di dalam dan permukaan Bumi. 

    Gelombang merambat di permukaan bumi menyebabkan kerusakan. Gelombang seismik yang merambat di bagian dalam Bumi dibedakan menjadi gelombang primer dan sekunder. Gelombang primer (p-wave) bergerak melalui material batuan. Partikel batuan akan bergetar searah dengan gelombang seismik, disebut juga gelombang longitudinal. 

    Gelombang sekunder (s-wave) merambat melalui batuan dengan menggetarkan partikel batuan tegak lurus dengan arah rambat gelombang seismik, disebut juga gelombang transversal. Gelombang lainnya merambat di permukaan bumi dengan menggetarkan batuan dan tanah sejajar permukaan bumi hingga menghancurkan bangunan yang ada di atasnya. 

    SUMBER;https://wirahadie.com/gempa-bumi-gunung-berapi/


    GEMPA BUMI DAN GUNUNG BERAPI

                                                      TEORI TEKNOTIK LEMPENG  


    Teori Tektonik Lempeng: Pengertian, Penemu, dan Jenis-Jenis
    zoom-in-whitePerbesar
    Teori tektonik lempeng adalah teori yang berperan penting dalam pembentukan bumi. Foto: Unsplash
    Teori tektonik lempeng adalah teori yang berperan penting dalam pembentukan permukaan bumi, seperti gunung, gunung berapi, hingga gempa bumi.
    ADVERTISEMENT
    Mengutip jurnal tentang Pergerakan Lempeng Tektonik yang disusun oleh Universitas Riau, teori tektonik lempeng merupakan sebuah teori yang muncul untuk memberikan penjelasan terhadap adanya bukti-bukti pergerakan skala besar.
    Teori lempeng tektonik juga menjelaskan tentang interaksi dari lempeng-lempeng dan akibat-akibat dari interaksi ini. Semua hal tersebut berdasarkan beberapa asumsi, yaitu:
    • Pembentukan material lempeng yang baru.
    • Material litosfer yang baru, ketika terbentuk akan menjadi bagian dari lempeng yang kaku ini.
    • Luas area permukaan bumi tetap konstan.
    • Lempeng litosfer mampu mentransmisikan tekanan sampai pada jarak horizontal yang cukup besar tanpa adanya penyambung.

    Penemu Teori Tektonik Lempeng

    Teori Tektonik Lempeng: Pengertian, Penemu, dan Jenis-Jenis (1)
    zoom-in-whitePerbesar
    Teori tektonik lempeng ditemukan pertama kali oleh Alfred Lothar Wagener. Foto: Unsplash
    Teori lempeng tektonik pertama kali ditemukan oleh Alfred Lothar Wagener. Teori ini disampaikan pada bukunya yang berjudul The Origin of Continents an Oceans.
    ADVERTISEMENT
    Alfred Lothar Wagener menyebutkan bahwa benua yang padat ini sesungguhnya terapung dan bergerak di atas massa yang relatif lembek, yang disebut continental drift.
    Karena hal itu, teori ini disebut sebagai teori pengapungan kontinen. Teori ini menyatakan bahwa kerak bumi tidak bersifat permanen, melainkan bergerak secara mengapung.
    Teori lempeng tektonik juga memegang prinsip litosfer. Maksudnya, pergerakan lempang tektonik disebabkan oleh litosfer yang memiliki ketebalan dan jika bagian kulit dari litosfer keluar, akan terjadi pergerakan.
    Litosfer sendiri adalah lapisan kulit bumi bagian terluar, di mana panas dialirkan dengan konduksi dan astenosfer (lapisan di bagian bawah litosfer). Panas tersebut kemudian dialirkan melalui proses konveksi dan menghasilkan pergerakan lempeng yang mungkin bertabrakan satu sama lainnya.
    ADVERTISEMENT

    Tiga Jenis Batas Lempeng Tektonis

    Teori Tektonik Lempeng: Pengertian, Penemu, dan Jenis-Jenis (2)
    zoom-in-whitePerbesar
    Teori tektonik lempeng adalah teori yang berperan penting dalam pembentukan bumi. Foto: Unsplash
    Teori lempeng tektonik juga menimbulkan berbagai macam jenis gerakan yang pada akhirnya menghasilkan batasan-batasan. Jenis-jenis batasan ini yang berpengaruh pada fenomena yang ada di permukaan bumi. Apa saja batasan tersebut?
    1. Batas divergen
    Batas divergen adalah zona pertambahan ataupun pembuatan lempeng, lempeng bergerak saling menjauh satu sama lainnya. Pada batas ini juga, materi lempeng yang mengisi kekosongan pergerakan mulai menjauh. Ini karena litosfer yang kembali mengeluarkan panas.
    2. Batas konvergen
    Batas konvergen terjadi jika ada dua lempeng yang saling berdekatan. Akibat kedua lempeng yang saling berdekatan, terbentuklah zona yang dinamakan dengan zona subduksi. Contoh batas konvergen ini, yakni pantai selatan pulau Jawa dan sepanjang pantai barat pulau Sumatera.
    ADVERTISEMENT
    3. Batas konservatif
    Batas konservatif bisa disebut juga sebagai batas geser atau batas transform. Pada batas konservatif, tidak ada litosfer yang dihasilkan dan dihancurkan.
    Akibatnya, batas konservatif menimbulkan patahan. Contoh patahan yang ada di dunia, yakni patahan San Andreas, California, dan lain-lain.

    sumber;https://kumparan.com/kabar-harian/teori-tektonik-lempeng-pengertian-penemu-dan-jenis-jenis-1wd3zLKUW9u/full

    TEORI TEKNOTIK LEMPENG

    - Copyright © Natasya Putri - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -