belajar.kemdikbud.go.id
- RUMAH BELAJAR
- SIGIT SURYONO
- smpn 1 wonosari
- Ahmad yusuf saifulloh 7G
- Altafi salsabila oknia putri 7g
- Anindya winanthi putri 7g
- Arida nawung kidung paramestri 7g
- Azkia zahra adenta parahita 7g
- Bestari wirawan oktaviano 7g
- Bima wahyu kristianto 7g
- calya anggi maheswari 7g
- danti liya sari 7g
- erick jonathan ayal 7g
- feorenza daven rafay 7g
- gadiza puspa kirana 7g
- indira prajna paramita 7g
- ivena 7g
- joseph krisna nugroho 7g
- kamila putri inszira 7g
- kevin putra baswara aryasatya 7g
- kirania kayla putri 7g
- leo tri atmaja 7g
- michael gunawan 7g
- muhammad yoan maula rizky 7g
- putri renaning galih 7g
- rizki tama putra 7g
- salsabila nurmala dewi 7g
- satya primadarna wisesa 7g
- tariq abrar fadlullah 7g
- varadiva dinda prasojo 7g
- wiliam nehavtanu dachi 7g
- zahra putri anindia 7g
Pengertian Pencemaran Tanah

Foto: Unsplash.com
Pencemaran tanah adalah masuknya bahan-bahan pencemar ke dalam tanah, baik berupa padatan maupun cairan. Menurut FAO (organisasi pangan dan pertanian dunia), ada 20 juta hektar tanah yang terpaksa ditinggalkan karena telah terdegradasi.
Sangat disayangkan jika hal ini terjadi, mengingat tanah merupakan tempat hidupnya jutaan mikroorganisme yang mampu menunjang kehidupan manusia. Lalu, apa sih yang menyebabkan tanah tercemar?
Penyebab Pencemaran Tanah

Foto: Unsplash.com
Adapun penyebab pencemaran tanah adalah sebagai berikut.
1. Penggunaan pupuk kimia dan pestisida
Penggunaan pupuk kimia dan pestisida secara berlebih dan terus-menerus dapat menyebabkan tanah menjadi asam, sehingga meracuni tanaman itu sendiri dan membunuh mikroorganisme yang terkandung di dalamnya.
2. Limbah rumah tangga
Limbah rumah tangga seperti deterjen, sabun cuci piring bisa menjadi kontaminan di dalam tanah. Semakin banyak limbah deterjen di dalam tanah, semakin kecil kemungkinan organisme pengurai bisa hidup di dalamnya.
3. Limbah radioaktif
Siapa yang tidak kenal dengan limbah beracun dan berbahaya ini? Beberapa bulan lalu, masyarakat Tangerang Selatan dihebohkan dengan penemuan limbah radioaktif dari BATAN. Limbah radioaktif yang dibuang di tanah bisa menyebabkan racun, baik untuk hewan, tumbuhan, dan manusia.
4. Limbah logam berat
Keberadaan logam berat seperti arsen, merkuri, krom di dalam tanah ternyata bisa menyebabkan tanah menjadi tidak fertil. Limbah seperti inilah yang menyebabkan pencemaran di daerah Lakardowo. Limbah logam berat biasanya dihasilkan oleh pabrik-pabrik pengolahan bahan beracun dan berbahaya. Tanpa memikirkan dampaknya, mereka sengaja membuang limbah ke tempat-tempat yang masih fertil, contohnya lahan pertanian.
5. Limbah plastik
Plastik merupakan salah satu ancaman besar bagi kesuburan tanah. Bayangkan saja, satu buah plastik baru bisa terurai sekitar 100 tahun. Bagaimana dengan jutaan plastik? Untuk itu, coba beralih ke kantong ramah lingkungan, misalnya kantong yang terbuat dari limbah daur ulang.
Dampak Pencemaran Tanah

Foto: Unsplash.com
Jika tanah sudah tercemar, dampak yang bisa ditimbulkan adalah sebagai berikut.
1. Mengurangi tingkat kesuburan
Tanah yang tercemar akan mengalami penurunan kesuburan. Jika hal ini dibiarkan secara terus menerus, maka tanah akan bersifat tidak fertil atau rusak. Akibatnya, tanah tidak bisa digunakan sebagai media untuk bercocok tanam. Tidak heran jika ada 20 juta hektar tanah yang telah ditinggalkan karena mengalami degradasi.
2. Memicu pencemaran lain
Pencemaran tanah bisa mengakibatkan pencemaran air dan udara. Bagaimana tidak, di tanah bagian bawah tersimpan cadangan air (air bawah tanah). Coba Quipperian bayangkan, apa jadinya jika tanah sudah tercemar? Sudah pasti air di bawahnya juga akan tercemar. Tidak hanya itu, gas-gas yang dihasilkan oleh pencemaran tanah akan dibuang ke udara sebagai polutan. Polutan ini mengakibatkan pencemaran udara.
3. Menyebabkan berbagai penyakit
Pencemaran tanah bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan, misalnya diare, penyakit kronis jangka panjang, malnutrisi, kerusakan ginjal, hati, dan masih banyak lainnya. Wajar saja jika penduduk Lakardowo sering terserang penyakit, mengingat tanahnya sudah tercemar sedemikian parah.
4. Menurunkan kualitas hasil pertanian
Seperti halnya penduduk Lakardowo, pencemaran tanah bisa menyebabkan berbagai masalah pertanian. Salah satunya, sering gagal panen. Padi atau tanaman budidaya lain cepat menguning dan mengering. Hal itu disebabkan kurangnya nutrisi karena tanah semakin rusak akibat kontaminasi limbah.
5. Tanah bersifat toksik/beracun
Toksisitas tanah sangat berpengaruh pada kehidupan makhluk hidup di dalamnya. Tidak hanya itu, hasil pertanian dari tanah yang toksik bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti pada pembahasan sebelumnya.
Langkah-Langkah untuk Menanggulangi Pencemaran Tanah

Foto: Unsplash.com
Pencemaran tanah tentu tidak bisa dianggap sepele karena dampak yang ditimbulkan cukup signifikan. Oleh sebab itu, kita harus bahu membahu mengatasinya. Adapun langkah untuk mengatasi pencemaran tanah adalah sebagai berikut.
1. Teknik ekstraksi dan pemisahan
Langkah ini mungkin sulit dilakukan oleh individu, tapi tetap membutuhkan dukungan dari tiap penduduk. Teknik ini dikhususkan untuk menanggulangi pencemar berupa logam berat. Teknik ekstraksi dilakukan dengan cara mencampurkan minyak, tanah yang telah tercemar, dan pelarut organik. Reaksi ini memicu terlepasnya logam berat seperti kadmium, krom, arsen, dan logam berat lainnya dari tanah.
2. Teknik penggunaan mikroba (bioremediasi)
Tanah yang sudah tercemar ternyata bisa dikembalikan ke kondisi asalnya menggunakan mikroba. Mikroba dikultur atau dikembangkan di laboratorium. Barulah dilepaskan ke tanah yang tercemar. Aktivitas enzim mikroba tersebut dapat mengubah struktur bahan pencemar menjadi tidak beracun. Contoh mikroba yang biasa digunakan adalah Pseudomonas.
4. Menggunakan pupuk ramah lingkungan
Penggunaan pupuk kimia bisa digantikan dengan pupuk kompos. Pupuk kompos adalah pupuk yang terbuat dari limbah organik seperti ampas tebu, sayuran basi, maupun bumbu dapur kadaluarsa. Penggunaan pupuk kompos memiliki dampak yang jauh lebih baik, misalnya menambah nutrisi di dalam tanah, mampu meningkatkan kualitas hasil pertanian, dan masih banyak lainnya.
5. Minimalisir penggunaan plastik
Keberadaan plastik bisa digantikan dengan tas dari kertas, kain, atau limbah daur ulang. Bawalah tas tersebut saat akan berbelanja, sehingga penggunaan plastik bisa diminimalisir. Jika semua penduduk sadar akan hal ini, pasti semakin sedikit limbah plastik yang dihasilkan.
Itulah pembahasan Quipper Blog tentang dampak pencemaran tanah. Semoga bermanfaat buat Quipperian. Jangan lupa untuk selalu menjaga kelestarian lingkungan sekitar dengan cara tidak mencemari lingkungan itu sendiri. Seperti kata FAO, be the solution of soil pollution. Untuk pembahasan lebih lanjut tentang dampak pencemaran tanah, silahkan gabung bersama Quipper Video. Salam Quipper!
sumber:https://www.quipper.com/id/blog/mapel/biologi/dampak-pencemaran-tanah-biologi-kelas-7/
Penulis: Eka Viandari